Siti’s Blog

Just another Friendster Blogs weblog

hmmm….

Filed under: Uncategorized — feel lonely... at 5:49 am on Friday, October 17, 2008

Kalau baca artikel dibawah ini jadi tiba2 terbuka mataku… bahwa tahun ini
memang aku menjadi manusia unhappy… pengen kembali seperti aku yang
semula, manusia yang happy..
doain ya teman-teman!!
======================

Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata.
Untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang
berarti.

Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati.
Untuk menyadari, betapa ia dicintai.

Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri.
Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.

Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati,
berusaha meraih yang tidak dapat diraih,
memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan,
tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada.

Manusia buta, karena egois dan hanya memikirkan diri,
tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar
bahwa saat ini,
apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih,
dan tidak mau sadar karena serakah.

Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak
diindahkan,
karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri.

Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan
mata ada teman yang sejati.

Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah,
ingin dirinya yang
paling diperhatikan, paling disayang, selalu
menjadi pusat perhatian,
selalu dinomorsatukan.

Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan
nomor satu dalam satu hal,
belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh satu
orang belum tentu oleh
orang lain.

Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri,
jikalau berharap dari orang lain,
siaplah ditinggalkan, siaplah dikhianati.

Kita akan bahagia bila bisa menerima diri apa
adanya, mencintai dan
menghargai diri sendiri, mau mencintai orang lain,
dan mau menerima orang
lain.

Cinta lagi Cinta lagi….

Filed under: Uncategorized — feel lonely... at 5:12 am on Friday, October 17, 2008

Jika ia sebuah cinta…..
Ia tidak mendengar…
Namun senantiasa bergetar….

Jika ia sebuah cinta…..
Ia tidak buta..
Namun senantiasa melihat dan merasa..

Jika ia sebuah cinta…..
Ia tidak menyiksa..
Namun senantiasa menguji..

Jika ia sebuah cinta…..
Ia tidak memaksa..
Namun senantiasa berusaha..

Jika ia sebuah cinta…..
Ia tidak cantik..
Namun senantiasa menarik..

Jika ia sebuah cinta…..
Ia tidak datang dengan kata-kata..
Namun senantiasa menghampiri dengan hati..

Jika ia sebuah cinta…..
Ia tidak terucap dengan kata..
Namun senantiasa hadir dengan sinar mata..

Jika ia sebuah cinta…..
Ia tidak hanya berjanji..
Namun senantiasa mencoba memenangi..

Jika ia sebuah cinta…..
Ia mungkin tidak suci..
Namun senantiasa tulus..

Jika ia sebuah cinta…..
Ia tidak hadir karena permintaan..
Namun hadir karena ketentuan…

Jika ia sebuah cinta…..
Ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan…
Namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan

La Tahzan

Filed under: Uncategorized — feel lonely... at 7:40 am on Wednesday, October 15, 2008

Jangan
bersedih, sebab rasa sedih akan selalu mengganggumu dengan kenangan
masa lalu, akan membuatmu khawatir dengan segala kemungkinan di masa
yang akan datang, dan akan menyia-nyiakan kesempatan pada hari ini.

Jangan
bersedih, sebab rasa sedih hanya akan membuat hati menjadi kecut, wajah
menjadi muram, semangat akan padam, dan harapan akan menghilang.

Jangan
bersedih, sebab rasa kesediahan hanya akan membuat musuh gembira,
membuat kawan bersedih, membuat orang yang mendengki senang, dan
membuat hakikat-hakikat yang ada berubah.

Jangan bersedih, sebab
rasa sedih sama dengan menentang qadha’ dan menyesali sesuatu yang
pasti, jauh dari sikap lembut dan benci terhadap nikmat.

Jangan
bersedih, sebab rasa sedih tidak akan pernah mengembalikan sesuatu yang
hilang dan semua yang telah pergi, tidak akan membangkitkan orang yang
telah mati, tidak mampu menolak takdir, dan tidak mendatangkan manfaat.

Jangan
bersedih, sebab rasa sedih itu datangnya dari syetan dan kesedihan itu
adalah rasa putus asa yang menakutkan, kefakiran yang menimpa, putus
asa yang berkelanjutan, depresi yang harus dihadapi, dan kegagalan yang
menyakitkan.

Allah berfirman, ”Bukankah kami telah melapangkan
untukmu dadamu. Dan kami telah menghilangkan beban yang memberatkan
punggungmu. Dan kami tinggikan bagimu sebutan namamu, karena
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah
kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai dari suatu
urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan lain. Dan hanya
kepada Rabb-mulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Al-Insyirah : 1-8).